Sesiapapun kita tak akan pernah bisa menolak takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT kepada diri kita begitu pula dengan rejeki dan jodoh ...Allahlah yang maha mengatur ...
terlepas siapa jodoh kita , darimana asalnya (jawa, sunda, sumatra dll) Allahlah yang maha mengetahuinya.
Dan sampai dengan adanya pernikahan dan adanya ijab kabul maka semua tanggung jawab atas diri kita sebagai wanita yang tadinya ada pada ayah dan ibu kita akan beralih kepada lelaki yang sudah menjadi imam kita.
karena saat ijab kabul terucap :
aku terima nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya ,,,,,,,''
Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna "perjanjian/ikrar'' tersebut ?
''maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja
yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan
sholat. Semua yg berhubungan dgn si dia, aku tanggung dan bukan lagi
orang tuanya yg menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon
anak2ku''.
Jika aku GAGAL?
''maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku''.
(HR. Muslim)
Duhai para istri,,
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab
terucap, Arsy_Nya berguncang karena beratnya perjanjian yg di buat
olehnya di depan Allah, dgn di saksikan para malaikat dan manusia, maka
andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka
itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.
maka berangkat dari hal tersebut diatas maka saya sebagai istri disaat suami saya mengalami keterpurukan dan kejatuhan tidak mungkin akan berpaling dan meninggalkannya... walau dulu ayah pernah menentang perkawinan kami karena alasan perbedaan suku.
Dan tidak ada hubungannya keterpurukan yang sekarang kami alami karena saya terlalu dimanfaatkan oleh suaminya sendiri, atau karena saya hanya dijadikan keset oleh suami saya sebagaimana yang dituduhkan ayah kepada suami saya.
Aku diam bukan berarti aku
menerima semua tuduhan,hinaan, cacian dan makian yang dilontarkan dari mulut
orang yang tidak menyukai kami…aku diam karena kalian adalah saudaraku aku..kalian
keluargaku..tempat aku mengadu, berlindung ...aku tidak ingin keluargaku terpecah belah karena
aku harus menjaga amanah dari almarhumah ibu untuk senantiasa menjaga keutuhan
keluarga dan menyayangi saudara…. Biarlah semua semua tuduhan,hinaan, cacian
dan makian kami terima dengan lapang dada dan kami anggap kalian tidak
mengetahui apa–apa tentang kami dan aku
maafkan semuanya ..Kami serahkan dan kembalikan semuanya hanya pada Allah
karena kami tahu Allah tidak pernah tidur ..Dia maha tahu mana yang benar dan
mana yang salah. Dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang-orang
yang sudah tersakiti atas kehadiran kami
atas kesalahan dan kekhilafan kami baik
yang disengaja maupun yang tidak disengaja .
Namun jika boleh aku meminta pada
kalian jagalah lisan mu mun ceuk urang sunda tea mah “ basa mah moal meuli”
karena semua ucapan yang keluar dari mulut kita bisa merupakan do’a buat diri
kita sendiri.
Para pembaca sekalian apakah saya berdosa jika saya lebih membela kehormatan suami saya?? anak durhakakah saya??
Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami dan dosa semua orang yg kami cintai, sayangilah mereka sebab kami tidak sanggup menerima pembalasan siksa dariMu. Teguhkanlah hati kami unt senantiasa dijalan-Mu yg lurus. Siramilah kami dg kasih sayangMu agar kami terhindar dari siksaMu yg kami tidak sanggup menanggungnya. Ya Allah, ampunilah kami
Aamiin ya Rabbal'alamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar