Rabu, 13 Agustus 2014

MAAFKAN AKU AYAH....

Sesiapapun kita tak akan pernah bisa menolak takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT kepada diri kita begitu pula dengan rejeki dan jodoh ...Allahlah yang maha mengatur ...
terlepas siapa jodoh kita , darimana asalnya (jawa, sunda, sumatra dll) Allahlah yang maha mengetahuinya.
Dan sampai dengan adanya pernikahan dan adanya ijab kabul maka semua tanggung jawab atas diri kita sebagai wanita yang tadinya ada pada ayah dan ibu kita akan  beralih kepada lelaki yang sudah menjadi imam kita.

karena saat ijab kabul  terucap :

aku terima nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya ,,,,,,,''

Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna "perjanjian/ikrar'' tersebut ?

''maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yg berhubungan dgn si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yg menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku''.

Jika aku GAGAL?

''maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku''.
(HR. Muslim)

Duhai para istri,,
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy_Nya berguncang karena beratnya perjanjian yg di buat olehnya di depan Allah, dgn di saksikan para malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.

maka berangkat dari hal tersebut diatas maka saya sebagai istri disaat suami saya mengalami keterpurukan dan kejatuhan tidak mungkin akan berpaling dan meninggalkannya... walau dulu ayah pernah menentang perkawinan kami karena alasan perbedaan suku. 
Dan tidak ada hubungannya keterpurukan yang sekarang kami alami karena saya terlalu dimanfaatkan oleh suaminya sendiri, atau karena saya hanya dijadikan keset oleh suami saya sebagaimana yang dituduhkan ayah kepada suami saya.

Aku diam bukan berarti aku menerima semua tuduhan,hinaan, cacian dan makian yang dilontarkan dari mulut orang yang tidak menyukai kami…aku diam karena kalian adalah saudaraku aku..kalian keluargaku..tempat aku mengadu, berlindung ...aku  tidak ingin keluargaku terpecah belah karena aku harus menjaga amanah dari almarhumah ibu untuk senantiasa menjaga keutuhan keluarga dan menyayangi saudara…. Biarlah semua semua tuduhan,hinaan, cacian dan makian kami terima dengan lapang dada dan kami anggap kalian tidak mengetahui apa–apa tentang kami  dan aku maafkan semuanya ..Kami serahkan dan kembalikan semuanya hanya pada Allah karena kami tahu Allah tidak pernah tidur ..Dia maha tahu mana yang benar dan mana yang salah. Dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang-orang yang sudah tersakiti  atas kehadiran kami atas  kesalahan dan kekhilafan kami baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja .
Namun jika boleh aku meminta pada kalian jagalah lisan mu mun ceuk urang sunda tea mah “ basa mah moal meuli” karena semua ucapan yang keluar dari mulut kita bisa merupakan do’a buat diri kita sendiri.


Teruntuk ayah maafkan aku bukan aku menentangmu, tapi dia suamiku yang menjadi imamku kini selama 11 tahun perkawinan kami saya hapal betul siapa suami yang menjadi imam sayadia bukan aji mumpung mendapatkan saya sebagai anak ayah namun sayalah yang beruntung mendapatkan dia sebagai suami saya.
Para pembaca sekalian apakah saya berdosa jika saya lebih membela kehormatan suami saya?? anak durhakakah saya??

Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami dan dosa semua orang yg kami cintai, sayangilah mereka sebab kami tidak sanggup menerima pembalasan siksa dariMu. Teguhkanlah hati kami unt senantiasa dijalan-Mu yg lurus. Siramilah kami dg kasih sayangMu agar kami terhindar dari siksaMu yg kami tidak sanggup menanggungnya. Ya Allah, ampunilah kami

Aamiin ya Rabbal'alamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar