SEPENGAL CERITA DISORE HARI ..
Tulisan ini saya buat teruntuk ketiga buah hatiku, Almarhumah Ibuku dan juga para wanita dimanapun engkau berada...sungguh cerita yang tidaklah panjang namun dapat memberikan pelajaran yang begitu besar akan arti sebuah pengorbanan, keikhlasan dan kepasrahan dalam menerima tadir yang diberikan oleh Allah SWT. Dan teruntuk Sang ibu dalam cerita ini saya sangat berterima kasih sekali karena telah memberikan pelajaran berharga bagi saya yang sedang ditimpa masalah demi masalah dalam hidup saya akan artinya menerima kepasrahan hidup dan sebuah pengorbanan yang amat sangat luar biasa.Sore itu ketika menunggu suami menjemputku disebuah halte penungguan angkot aku melihat seorang ibu yang mengendong seorang anak…yang membuat aku heran kenapa setiap dia hendak naik angkot yang akan dia berhentikan dia selalu ditolak oleh supir angkot agar tidak naik…dan ketika dia berbalik kehadapanku untuk duduk di kursi halte …Subhanalloh..sungguh tabjub dan miris aku melihatnya ternyata anak yang ia gendong bukanlah anak kecil…melainkan dia mengendong anaknya yang cacat yang memiliki kaki yang hanya tinggal tulang kecil sekali dan sepertinya dia lumpuh….kucoba mendekati dan bertanya ibu itu hendak kemana mungkin salah angkot yang hendak dituju atau apalah.. ternyata ibu itu hendak naik angkot yang ke stasiun namun karena dia tak memiliki ongkos semua supirnya menolak… lalu sambil menunggu angkot yang hendak dia naiki kami terlibat obrolan yang mungkin tidaklah panjang namun bisa membuatku terenyuh dan merasakan pedihnya beban siibu dan juga bisa memberiku sebuah pelajaran berharga akan arti pengorbanan seorang ibu..
Dia adalah seorang janda pekerjaan sehari-harinya adalah seorang buruh cuci dan pencari barang rongsokan dari tempat sampah ke tempat sampah, sang ibu memiliki anak 4 orang anak pertama dan kedua sudah berkeluarga sedang yang ke 3 masih sekolah di SMK dan sibungsu yang sekarang berusia 18 tahun namun seperti terlihat masih anak 5-6 SD atau seumuran dengan anakku si sulung yang kini duduk di bangku sekolah kelas 5 SD namun karena dia mengalami cacat dan lumpuh sedari lahir karena keterbatasan ekonomi sang ibu tidak pernah membawanya berobat, si bungsu inilah yang selalu setia menemani sang ibu walau hanya dalam gendongan sang ibu untuk mencart barang bekas dan mengambil cucian dari rumah ke rumah…dan yang paling mengharukan sang ibu harus melakukan semua ini sendiri karena suaminya telah lama meninggal dunia
Ya Allah…begitu mulianya ibu ini sudah 18 tahun lamanya dia setia mengendong anaknya yang lumpuh untuk menemaninya beraktifitas dalam mencari nafkah agar anak-anaknya masih bisa makan dan sekolah.
Dan saya merasa malu ..karena penderitaan sang ibu selama 18 tahun dia terima dengan sabar dan ikhlas bahkan dia tidak menyerah akan takdir yang diberikan Allah kepadanya dia menerima titipan dari Allah SWT seorang anak yang lumpuh dan dengan kasih sayangnya dia merawat anak tersebut dengan segala keterbatasan yang dia miliki dan seorang diri... sedangkan saya yang hanya baru 6 bulan ditimpa musibah belum seberapa dibandingkan penderitaan yang sang ibu miliki.
Dan setelah dia berlalu sedikit kuusap air mataku dan mengucap syukur atas karunia yang telah Allah berikan kepadaku... dan aku langsung teringat ketiga buah hatiku dan almarhumah umiku… merekalah penguat hatiku selama ini dalam menghadapi begitu banyaknya cobaan yang telah aku alami....
” Ya Allah jagalah ketiga buah hatiku panjangkanlah umur mereka, limpahkanlah kesehatan kepada mereka , jauhkan mereka dan segala marabahaya dan penyakit, lapangkanlah rejeki mereka sebesar-besarnya, solehkanlah mereka ya Allah agar dapat menjadi manuasia yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara…Ampunilah dosa almarhumah umi hamba YaAllah..terimalah amal ibadahnya dan muliakanlah dia disisiMU…Amiin..
by Noey...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar