Selasa, 09 September 2014

KEDUDUKAN WANITA DALAM ISLAM

Islam Menerangkan Perbedaan Antara Wanita dan Laki-Laki Banyak wanita yang bilang bahwa susah menjadi wanita, lihat saja aturan-aturan dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi
tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat
pada istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
8. Wanita kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah haid dan
nifas.
9. dan lain-lain.

Tetapi. PERNAHKAH KITA LIHAT KENYATAANNYA ?

  1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti itulah intan permata bandingannya dengan seorang wanita.
  2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya ?
  3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suami? Sementara suami apabila menerima warisan ia wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya ?
  4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk, malaikat danseluruh mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya. Diakherat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabk an terhadap 4 wanita, yaitu : Istrinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 oranglelaki, yaitu: suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
  5. Seorang Wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja yang disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu : Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga kehormatannya.
  6. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi wanita jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH Subhana Wata'alla, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH! demikian sayangnya ALLOH Subhanna Wata'alla kepada wanita…

Yakinlah bahwa sebagai Zat yang Maha Pencipta sudah pasti ALLAH Maha Tahu akan segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang terbaik bagi manusia.

Waallohu'allam bishowab.

Rabu, 13 Agustus 2014

Wanita oh wanita: MAAFKAN AKU AYAH....

Wanita oh wanita: MAAFKAN AKU AYAH....: Sesiapapun kita tak akan pernah bisa menolak takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT kepada diri kita begitu pula dengan rejeki dan jod...

MAAFKAN AKU AYAH....

Sesiapapun kita tak akan pernah bisa menolak takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT kepada diri kita begitu pula dengan rejeki dan jodoh ...Allahlah yang maha mengatur ...
terlepas siapa jodoh kita , darimana asalnya (jawa, sunda, sumatra dll) Allahlah yang maha mengetahuinya.
Dan sampai dengan adanya pernikahan dan adanya ijab kabul maka semua tanggung jawab atas diri kita sebagai wanita yang tadinya ada pada ayah dan ibu kita akan  beralih kepada lelaki yang sudah menjadi imam kita.

karena saat ijab kabul  terucap :

aku terima nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya ,,,,,,,''

Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna "perjanjian/ikrar'' tersebut ?

''maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yg berhubungan dgn si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yg menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku''.

Jika aku GAGAL?

''maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku''.
(HR. Muslim)

Duhai para istri,,
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy_Nya berguncang karena beratnya perjanjian yg di buat olehnya di depan Allah, dgn di saksikan para malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.

maka berangkat dari hal tersebut diatas maka saya sebagai istri disaat suami saya mengalami keterpurukan dan kejatuhan tidak mungkin akan berpaling dan meninggalkannya... walau dulu ayah pernah menentang perkawinan kami karena alasan perbedaan suku. 
Dan tidak ada hubungannya keterpurukan yang sekarang kami alami karena saya terlalu dimanfaatkan oleh suaminya sendiri, atau karena saya hanya dijadikan keset oleh suami saya sebagaimana yang dituduhkan ayah kepada suami saya.

Aku diam bukan berarti aku menerima semua tuduhan,hinaan, cacian dan makian yang dilontarkan dari mulut orang yang tidak menyukai kami…aku diam karena kalian adalah saudaraku aku..kalian keluargaku..tempat aku mengadu, berlindung ...aku  tidak ingin keluargaku terpecah belah karena aku harus menjaga amanah dari almarhumah ibu untuk senantiasa menjaga keutuhan keluarga dan menyayangi saudara…. Biarlah semua semua tuduhan,hinaan, cacian dan makian kami terima dengan lapang dada dan kami anggap kalian tidak mengetahui apa–apa tentang kami  dan aku maafkan semuanya ..Kami serahkan dan kembalikan semuanya hanya pada Allah karena kami tahu Allah tidak pernah tidur ..Dia maha tahu mana yang benar dan mana yang salah. Dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang-orang yang sudah tersakiti  atas kehadiran kami atas  kesalahan dan kekhilafan kami baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja .
Namun jika boleh aku meminta pada kalian jagalah lisan mu mun ceuk urang sunda tea mah “ basa mah moal meuli” karena semua ucapan yang keluar dari mulut kita bisa merupakan do’a buat diri kita sendiri.


Teruntuk ayah maafkan aku bukan aku menentangmu, tapi dia suamiku yang menjadi imamku kini selama 11 tahun perkawinan kami saya hapal betul siapa suami yang menjadi imam sayadia bukan aji mumpung mendapatkan saya sebagai anak ayah namun sayalah yang beruntung mendapatkan dia sebagai suami saya.
Para pembaca sekalian apakah saya berdosa jika saya lebih membela kehormatan suami saya?? anak durhakakah saya??

Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami dan dosa semua orang yg kami cintai, sayangilah mereka sebab kami tidak sanggup menerima pembalasan siksa dariMu. Teguhkanlah hati kami unt senantiasa dijalan-Mu yg lurus. Siramilah kami dg kasih sayangMu agar kami terhindar dari siksaMu yg kami tidak sanggup menanggungnya. Ya Allah, ampunilah kami

Aamiin ya Rabbal'alamiin.

Wanita oh wanita: SEPENGAL CERITA DISORE HARI ..Tulisan ini saya bua...

Wanita oh wanita: SEPENGAL CERITA DISORE HARI ..Tulisan ini saya bua...: SEPENGAL CERITA DISORE HARI .. Tulisan ini saya buat teruntuk ketiga buah hatiku, Almarhumah Ibuku dan juga para wanita dimanapun engkau b...

Selasa, 12 Agustus 2014

SEPENGAL CERITA DISORE HARI ..

Tulisan ini saya buat teruntuk ketiga buah hatiku, Almarhumah Ibuku dan juga para wanita dimanapun engkau berada...sungguh cerita yang tidaklah panjang namun dapat memberikan pelajaran yang begitu besar akan arti sebuah pengorbanan, keikhlasan dan kepasrahan dalam menerima tadir yang diberikan oleh Allah SWT. Dan teruntuk Sang ibu dalam cerita ini saya sangat berterima kasih sekali karena telah memberikan pelajaran berharga bagi saya yang sedang ditimpa masalah demi masalah dalam hidup saya akan artinya menerima kepasrahan hidup dan sebuah pengorbanan yang amat sangat luar biasa.

Sore itu ketika menunggu suami menjemputku disebuah halte penungguan angkot aku melihat seorang ibu yang mengendong seorang anak…yang membuat aku heran kenapa setiap dia hendak naik angkot yang akan dia berhentikan dia selalu ditolak oleh supir angkot agar tidak naik…dan ketika dia berbalik kehadapanku untuk duduk di kursi halte …Subhanalloh..sungguh tabjub dan miris aku melihatnya ternyata anak yang ia gendong bukanlah anak kecil…melainkan dia mengendong anaknya yang cacat yang memiliki kaki yang hanya tinggal tulang kecil sekali dan sepertinya dia  lumpuh….kucoba mendekati dan bertanya ibu itu hendak kemana mungkin salah angkot yang hendak dituju atau apalah.. ternyata ibu itu hendak naik angkot yang ke stasiun namun karena dia tak memiliki ongkos semua supirnya menolak… lalu sambil menunggu angkot yang hendak dia naiki kami terlibat obrolan yang mungkin tidaklah panjang namun bisa membuatku terenyuh dan merasakan pedihnya beban siibu dan juga bisa memberiku sebuah pelajaran berharga akan arti pengorbanan seorang ibu.. 


Dia adalah seorang janda pekerjaan sehari-harinya adalah seorang buruh cuci dan pencari barang rongsokan dari tempat sampah ke tempat sampah, sang ibu memiliki anak 4 orang anak pertama dan kedua sudah berkeluarga sedang yang ke 3 masih sekolah di SMK dan sibungsu yang sekarang berusia 18 tahun namun seperti terlihat masih anak 5-6 SD atau seumuran dengan anakku si sulung yang kini duduk di bangku sekolah kelas 5 SD namun  karena dia mengalami cacat dan lumpuh sedari lahir karena keterbatasan ekonomi sang ibu tidak pernah membawanya berobat, si bungsu inilah yang selalu setia menemani sang ibu walau hanya dalam gendongan sang ibu untuk mencart barang bekas dan mengambil cucian dari rumah ke rumah…dan yang paling mengharukan sang ibu harus melakukan semua ini sendiri karena suaminya telah lama meninggal dunia
Ya Allah…begitu mulianya ibu ini sudah 18 tahun lamanya dia setia mengendong anaknya yang lumpuh untuk menemaninya beraktifitas dalam mencari nafkah agar anak-anaknya masih bisa makan dan sekolah.

Dan saya merasa malu ..karena penderitaan sang ibu selama 18 tahun dia terima dengan sabar dan ikhlas bahkan dia tidak menyerah akan takdir yang diberikan Allah kepadanya dia menerima titipan dari Allah SWT seorang anak yang lumpuh dan dengan kasih sayangnya dia merawat anak tersebut dengan segala keterbatasan yang dia miliki dan seorang diri... sedangkan saya yang hanya baru 6 bulan ditimpa musibah belum seberapa dibandingkan penderitaan yang sang ibu miliki.

Saya lihat uang dikantong saku yang  tinggal Rp. 15.000,-  dan sebungkus baso  pemberian dari temanku. Ada sedikit rasa ragu untuk memberikannya pada sang ibu .. karena selain jumlahnya yang sedikit sebenarnya itu uang terakhirku untuk jaga-jaga  karena takut besok aku tak ada ongkos atau anak-anakku minta jajan, namun saya yakin Allah maha adil lagi maha mengetahui dengan dipertemukannya aku dengan sang ibu mungkin ini adalah rejeki untuk sang ibu dan anaknya yang Allah titipkan lewat saya dan akhirnya semua uangku dan sebungkus baso saya berikan kepada sang ibu sambil meminta maaf karena aku tidak biasa membantu dan memberinya lebih dari itu….sambil menciumi anaknya ibu itu pun berterima kasih dan setelah ada angkot yang akan membawanya ke stasiun dia pun berpamitan.

Dan setelah dia berlalu sedikit kuusap air mataku dan mengucap syukur atas karunia yang telah Allah berikan kepadaku... dan aku langsung teringat ketiga buah hatiku dan almarhumah umiku… merekalah penguat hatiku selama ini dalam menghadapi begitu banyaknya cobaan yang telah aku alami.... 
 ” Ya Allah jagalah ketiga buah hatiku panjangkanlah umur mereka, limpahkanlah kesehatan kepada mereka , jauhkan mereka dan segala marabahaya dan penyakit, lapangkanlah rejeki mereka sebesar-besarnya, solehkanlah mereka ya Allah agar dapat menjadi manuasia yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara…Ampunilah dosa almarhumah umi hamba YaAllah..terimalah amal ibadahnya dan muliakanlah dia disisiMU…Amiin..
 
by Noey...